Dianggap Inspirasi ‘Spirited Away’, Ulah Turis Buat Geram Warga Lokal

Posted on

Stasiun Shimonada di prefektur Ehime cukup populer sebagai stasiun terindah di seluruh Jepang. Stasiun yang tak berpenghuni dan berdiri menghadap ke lautan ini sering digunakan sebagai latar iklan. Tempat ini juga diklaim sebagai inspirasi film anime dari Studio Ghibli yang berjudul “Spirited Away“. Kepopuleran ini menjadikan stasiun ini sebagai tempat wisata, namun beberapa waktu belakangan banyak terjadi pelanggaran terkait aktivitas turis disana.

Turis yang datang ke tempat ini bukan hanya dari domestik tetapi juga dari mancanegara. Sejumlah agen wisata mulai memasukan objek stasiun ini sebagai bagian dari paket tur mereka. Kedatangan para turis ini tidak hanya disambut baik, namun juga disambut dengan protes. Pemilik dari galangan kapal melayangkan protes akibat dari sejumlah turis yang masuk ke wilayah propertinya.

Hampir 100 turis setiap hari datang dan memasuki wilayahnya tanpa izin. Selain menerobos masuk, mereka juga meninggalkan sampah berserakan di halaman. Diketahui juga sudah ada pembatas bahwa tempat tersebut adalah properti pribadi, namun sejumlah turis tetap melewati pembatas tersebut.

“Tolong sebarkan ini. Tempat Ini adalah sebuah galangan kapal. Tempat ini juga bukan model dari Spirited Away! Ini adalah tempat untuk membangun kapal dan memperbaikinya. Rel itu digunakan untuk pekerjaan kami. Apakah kalian merasa tidak apa-apa jika ada orang yang menginjak properti kalian? Apakah kalian tidak apa-apa dengan 100 orang datang ke rumah kalian setiap hari? Tolong jangan datang ke sini lagi!”


Mereka juga melanjutkan dengan banyaknya sampah yang berserakan di halaman mereka. Diceritakan saat pemilik properti ini melarang masuk dan membuang sampah, para turis ini malah marah kepadanya. Di media sosial seperti Twitter, Facebook, dan Instagram banyak sekali foto-foto yang menampilkan lokasi halaman dan rel kereta yang menjorok ke laut. Beberapa warga lokal juga ikut geram dengan kelakuan para turis ini.

Kicauan netizen sempat dibalas oleh akun resmi Meitetsu, perusahaan kereta api swasta yang beroperasi di prefektur Gifu dan Aichi. Menurut kicauan tersebut, Meitetsu mengklaim bahwa jalur Tokoname dijadikan inspirasi Studio Ghibli seperti yang tergambar dalam lampiran foto kicauan tersebut. Jalur tersebut telah tergenang air pasca Badai Vera pada tahun 1959. Saat ini jalur ini menghubungkan Bandar Udara Internasional Centrair Chubu dengan kota Nagoya.

Pasca disebarkannya informasi tersebut, pihak berwajib mendatangi galangan kapal tersebut dan meminta keterangan kepada pemiliknya. Sejauh ini belum ada informasi terkait perkembangan protes tersebut, namun diharapkan para turis tidak seenaknya memasuki tanah milik orang lain lagi.

Banner : Neohimeism

Sumber : Grapee