[Manga Spotlight] World’s End Harem

Posted on

Serial manga yang tidak baik untuk dibaca kala pandemi, soalnya bercerita tentang kondisi post-apocalyptic setelah dunia dilanda wabah yang menghapus keberadaan sebagian besar laki-laki diseluruh dunia.

Tidak ada yang lebih ngepas dari menulis review tentang manga bertema pandemi, dalam situasi pandemi di dunia nyata. Yap, saya menulis ini di kala dunia sedang dilanda oleh sebuah wabah yang belum ditemukan vaksinnya (setidaknya sampai tulisan ini dibuat).

Manga yang akan dibahas kali ini berjudul World’s End Harem, atau lebih dikenal dalam bahasa aslinya sebagai Shuumatsu no Harem (終末のハーレム). Manga ini dikarang oleh author link, dan diilustrasikan oleh mangaka Kotaro Shono. Manga ini mulai terbit dari tanggal 8 Mei 2016 dan diserialisasi dalam Shounen Jump.

Oh iya, dan tidak ada lagi waktu yang lebih tepat untuk mereview manga ini, karena akan segera diadaptasi menjadi anime. Sehingga bakal menjadikan review ini terasa lebih segar dari seharusnya.

World’s End Harem berlatar dalam dunia pada tahun 2040, dimana dunia dikagetkan oleh kemunculan sebuah virus yang menghapuskan keberadaan sebagian besar manusia. Namun manusia macam apa yang “dihapus” keberadaannya oleh virus ini? Mari simak bersama-sama.

Pandemi Global selektif

Apa jadinya kalau muncul virus misterius di dunia ini? Tapi hanya menjangkit satu golongan tertentu dari umat manusia, yaitu laki-laki. MK Virus, sebuah virus yang menjadi akar masalah dalam manga ini.

Virus ini “sukses” menghapuskan keberadaan hampir seluruh laki-laki diseluruh dunia dalam waktu singkat. Tanpa gejala, spontan, dan menyebar dengan cepat. Korban biasanya akan mengalami pendarahan dalam tubuh dan terjatuh secara tiba-tiba.

A World full of Woman

Musnahnya laki-laki menyebabkan perempuan mengambil alih tampuh kepemimpinan di dunia. Mulai dari kepala negara, hingga PBB, semuanya dipimpin oleh perempuan.

Tidak hanya itu, semua profesi dan sektor yang umumnya dikerjakan oleh laki-laki, kini juga beralih dikerjakan oleh perempuan.

Harem itu enak? Benarkah?

Tenanglah kalian semua, saya sadar betul saat mempertanyakan ini bahwasanya harem adalah salah satu genre favorit dalam animanga. Bagaimana tidak? Sebuah fantasi dimana kamu dikelilingi oleh lawan jenis yang semuanya memiliki ketertarikan padamu.


Namun justru disitulah poinnya, apa benar kondisi harem itu enak? Justru tidak. Karena pada kenyataannya, harem memiliki banyak sekali ketidaknyamanan dimana kalian harus bisa berlaku adil terhadap lebih dari satu orang. Dan kalian juga tahu betul bahwa manusia adalah makhluk yang kompleks. Dimana sifat dan karakteristik tiap orang bakal jauh berbeda, dan harus pula bisa disikapi dengan perlakuan yang berbeda.

Dan menurut saya, manga ini secara garis besar sudah cukup bisa menggambarkan kondisi tersebut dengan apik. Saya katakan “cukup” karena masih ada elemen fantasinya yang kurang masuk akal. But yeah, close enough.

Hope for Mankind

Sebagian besar laki-laki musnah dari muka bumi, dan mereka yang beruntung masih bertahan adalah yang melalui proses Cryostasis Sleep. Sebuah proses dimana mereka dibekukan dalam kondisi tertidur terlindung di dalam kapsul yang mengisolir dari kondisi dunia luar, dan otomatis menyelamatkan mereka dari keganasan MK Virus.

Ada beberapa laki-laki beruntung yang mendapatkan perawatan ini sebelum MK Virus mengganas di seluruh dunia. Sehingga tidak semua laki-laki musnah dari muka bumi, memberikan harapan untuk umat manusia agar tidak punah.

Plot Thickens

Baiklah, anggap saja “solusi” dari peradaban manusia sudah ada karena masih tersisa beberapa laki-laki. Namun apa jadinya kalau ternyata ada konspirasi besar dibalik “pemusnahan” laki-laki? Bagaimana jadinya kalau MK Virus ini ternyata adalah buatan manusia?

Apa yang terjadi kalau salah satu dari laki-laki yang tersisa menolak untuk mengawini perempuan yang ada karena cintanya terhadap satu perempuan tertentu? Jelas kalau saya sih pasti marah, karena dalam kondisi darurat seperti ini tidak seharusnya pilah-pilih.

Penasaran bagaimana lanjutannya? Mari kita tunggu saja adaptasi animenya tahun depan.