Pria Jepang Ditahan Karena Keterlibatannya Dalam Situs Manga Bajakan, Mangamura

Posted on

Seorang pria berusia 37 tahun ditangkap oleh kepolisian Fukuoka setelah adanya kecurigaan atas keterlibatannya dalam situs baca manga bajakan, Mangamura. Wataru Adachi, ditangkap di bandara Fukuoka, setibanya dari Filipina via Taiwan pada hari Sabtu 10 Agustus lalu.

Adachi sebelumnya sudah mengontak kantor kepolisian Fukuoka untuk menyerahkan diri. Meski begitu, Adachi belum mengakui atau menyangkal tuduhan atas keterlibatan dirinya dengan mangamura, tetapi dia mengatakan, kalau dia ingin berbicara dahulu dengan pengacaranya.

Sebelumnya, pihak Kepolisian Fukuoka juga sudah menahan seorang laki-laki dan seorang perempuan yang juga diduga memiliki keterlibatan dengan Romi Hoshino alias Zakay Romi, pemilik dari situs Mangamura. Keduanya juga ditangkap atas perbuatannya mengunggah manga “One Piece” chapter 866 ke situs tersebut.

Romi Hoshino, pemilik situs mangamura sudah lebih dahulu ditahan oleh pihak berwenang Filipina pada bulan Juli lalu. Kepolisian Jepang sudah siap untuk menahannya setelah dia dideportasi dari Filipina, selain itu, kepolisian juga meminta untuk menginvestigasi dan menangkap seorang pria lagi yang diduga terlibat dalam pengurusan situs Mangamura.

Kelima orang ini akan ditahan dengan tuduhan pelanggaran hak cipta atas banyaknya manga yang diunggah ke situsnya. Beberapa manga populer seperti “Attack on Titan” dan “One Piece” dapat ditemukan dan dibaca secara bebas di situs Mangamura ini.

Situs yang lahir pada tahun 2016 ini sudah diawasi secara serius oleh pihak berwenang Jepang sejak Mei 2018 karena adanya laporan dari Kodansha, di tahun 2017. Kodansha, Kadokawa, Shogakukan, Shueisha, dan Square Enix sedang mempertimbangkan untuk meminta ganti rugi atas besarnya kerugian yang diterima dari beroperasinya situs Mangamura ini. 


Pemerintah Jepang pada April 2018 lalu juga sudah meminta penyelanggara jasa internet Jepang untuk memblokir tiga situs yang menyediakan manga untuk bisa dibaca secara online dan ilegal, salah satunya adalah Mangamura. Mangamura kemudian tidak dapat diakses pada 17 April 2018.

Situs yang sudah tidak bisa diakses ini, dilaporkan memiliki hingga 620 juta pengunjung hanya dalam kurun waktu 6 bulan, sejak September 2017 hingga Februari 2018. Kerugian yang dialami oleh penerbit dan industri manga ini, diestimasi mencapai 319.2 miliar yen atau sekitar 43 triliun rupiah.

 

source & images : japantoday, animenewsnetwork

The post Pria Jepang Ditahan Karena Keterlibatannya Dalam Situs Manga Bajakan, Mangamura appeared first on Japanese Station.