Seiyuu dari Serial Conan Ungkap Situasi dan Metode Perekaman Saat Wabah Coronavirus

Posted on

Proses produksi dan distribusi berbagai serial anime di Jepang tengah terhambat karena wabah COVID-19. Alhasil banyak staf di belakang proses ini harus dirumahkan sementara demi menekan angka kasusnya. Tak hanya para staf, para seiyuu juga harus menggantungkan pekerjaannya sementara hingga jadwal terbaru dirilis. Namun ada beberapa studio yang masih bergerak secara perlahan, termasuk studio perekaman.

Kappei Yamaguchiseiyuu dari Shinichi Kudo mengungkap dalam akun Twitternya bahwa proses perekaman suara telah dimulai kembali secara bertahap. Namun setiap seiyuu harus direkam satu per satu dan tidak dalam satu ruangan sekaligus. Meskipun proses perekaman kembali berjalan, Yamaguchi sendiri mengkhawatirkan keadaan staf yang terlibat dalam proses ini.

Saat ini Yamaguchi masih secara normal bekerja dalam perekaman suaranya. Proyek-proyek anime yang tengah ia sumbang suaranya diantaranya:

  • Shinichi Kudo (Detective Conan)
  • Makinosuke Hanabusa (Nintama Rantarou)
  • Usopp (One Piece)
  • Blitan, Dryer-Dora-kun, Nazobo, Mapo-kun (Sore Ike! Anpanman)

Akira Kamiya

Akira Kiyama

Hal ini juga dialami oleh Akira Kamiyaseiyuu veteran yang memerankan karakter Chousuke Nakamoto dari serial “Fugou Keiji: Balance: Unlimited“. Melalui akun Twitternya pada sebulan yang lalu, Kamiya mengungkap bahwa proses perekaman suara mengalami perubahan untuk mencegah terjadinya penularan karena kontak antar seiyuu dan staf. Pada perekaman episode terakhir yang dilakukan tanggal 2 April lalu, para seiyuu yang seharusnya dikumpulkan dalam satu ruangan sekaligus harus masuk ruang rekaman dengan bertahap. Sesuai dengan storyboard dan lama adegan, mereka secara bergantian masuk dan keluar ruang rekaman sesuai porsi dialog masing-masing.


Hal ini tak terlepas dari Akira Kamiya yang tergolong seiyuu veteran harus menjalani perekaman suara secara terpisah dari seiyuu yang lebih muda darinya. Para seiyuu yang lebih muda darinya masuk bersamaan ke ruang rekaman, sementara para seiyuu veteran sepertinya harus menjalani rekaman secara sendiri-sendiri. Ada sekitar lima orang veteran yang terlibat dalam proyek anime ini dan kelimanya menggunakan metode rekaman ini selama wabah COVID-19 kian merebak. Proses rekaman ini memakan waktu kurang dari tiga jam. Perekaman ini harus terganggu setelah pihak komite produksi mengumumkan penundaan penayangan anime-nya hingga musim depan.

Risa Taneda dan penggemarnya

Namun dari semua itu, wabah coronavirus di Jepang juga mendorong banyak seiyuu untuk membuka diri lebih dari biasanya. Banyak yang membuka akun Instagram pribadi, kanal YouTube, hingga blog pribadi. Seperti yang dilakukan Risa Taneda baru-baru ini. Selain untuk berinteraksi lebih dekat dengan para penggemar, cara ini juga menjadi altenatif bagi mereka yang ingin mendapatkan pendapatan tambahan di tengah krisis.

Ditambah lagi, tahun ini makin banyak seiyuu yang menikah dan tentunya perlu finansial yang stabil demi menjaga keharmonisan keluarga baru. Saya juga tak mengesampingkan figur lain yang baru saja bercerai dari pasangannya. Semoga keadaan finansial mereka tak memaksa mereka keluar dari pekerjaannya.

Gambar: Kappei Yamaguchi, Akira Kamiya, Gochiusa

Sumber: Kappei Yamaguchi

[Catatan: Koreksi untuk nama karakter Shinichi Kudo. Mohon maaf atas ketidaktelitiannya]