Wataru Watari Akui Masih Ingin Menulis Lagi dalam Serial Oregairu

Posted on

Pada hari Minggu kemarin, The Sankei News merilis hasil wawancara dengan Wataru Watari, novelis dari serial Oregairu. Dalam wawancara tersebut, Watari menjawab banyak pertanyaan. Mulai dari perjuangannya dalam mengembangkan cerita, ekspektasi rendah, hingga kelanjutan serial ini.

Pertama-tama, mari melihat kebelakang terlebih dahulu. Watari meluncurkan novel ringan Yahari Ore no Seishun Love Comedy wa Machigatteiru dengan ilustrasi dari Ponkan8 pada tahun 2011 dan volume pertamanya diterbitkan oleh label dari Shogakukan, Gagaga Bunko pada 18 Maret 2011. Dari awal pembahasannya, Watari sendiri mengatakan, “Untuk komedi percintaan biasa, saya (sebenarnya) akan menamatkannya dalam beberapa volume saja”.

Watari juga menjelaskan bahwa volume pertamanya memang dipenuhi oleh template sistem yang biasa seperti novel-novel ringan lainnya, seperti penjelasan teks dan model karakter seperti tsundere. Namun dengan berkembangnya cerita yang makin literer, pengembangan dari setiap karakter makin mendalam. Kata-kata yang jarang digunakan dalam percakapan normal ditumpahkan dalam dialog mendalam dari setiap karakter di serial ini.

“Saya menulis volume pertamanya dengan pemikiran mengerjakan novel ringan secara kaku. Akan tetapi, suatu saat di volume kedua, saya pikir saya tak perlu memaksakan diri untuk menulis ‘novel ringan komedi’. Saya kira saya tak akan menuju ke hal yang salah dalam mengarahkan (cerita) ke sebuah kelompok anak muda yang penuh drama”, tungkas Watari. Ia juga mengakui dirinya sulit untuk membuat cerita yang terkesan ceria dan kadang menemukan suatu batas yang tak terlihat di dalam ceritanya.

Dengan arah cerita yang berganti, interval antara publikasi dan pengerjaan novel memaksanya untuk menebalkan halamannya alias menguraikan kata-katanya. “Setelah volume ke-11, ini sangat berat. Saat saya dipaksa untuk (melakukan) pemilihan terberat dalam novelnya”, Watari yang bingung sendiri memilih heroine mana yang harus dipilih Hachiman. Ia juga harus menulis plot utama di volume ke-14nya lebih dini dari yang diperkirakan. Di titik ini, ia merasa gundah karena tak nyaman dengan pengerjaannya. Banyak retake yang ia buat, lebih banyak dari yang ia pernah lakukan sebelumnya.


Dialog beralih dari frustasi menulis plot menuju ke pengaruh dari drama anak sekolah ini. “Saya kira saya dapat menulis cerita yang diambil dari semangat siswa-siswi sekolah menengah atas saat ini. Mulai dari menghindari komunikasi yang dapat menjadi kontak mendalam, mencoba untuk menghindari hal-hal yang dapat membebani diri, dan juga perasaan untuk menahan diri. Saya ingin tahu, apakah saya sukses untuk merefleksikan perasaan dari generasi muda dalam percintaan.”

Watari kemudian ditanyai mengenai target awal dari novel ini. Ia menjawab, “Target utamanya hanya 30.000-50.000 eksemplar. Saya tak mengira bahwa bisa terjual sebegitu banyak”. Perlu diketahui, Desember lalu novel buatannya berhasil terjual sebanyak 10 juta eksemplar.

Topik terhangat dari Watari yang akhir-akhir ini diangkat adalah apakah serial ini akan berakhir? Namun nampaknya tidak. Watari sendiri mengakui bahwa ia ingin menulis lebih dari serial ini. “Saya ingin menulis cerita yang belum diangkat sebelumnya, dan sebuah perbaikan kecil dari perasaan para karakter. Selain itu, mereka juga baru menyelesaikan tahun kedua mereka di SMA. Kehidupan panjang menanti mereka. Saya juga ingin menulis lebih banyak lagi”. Selain cerita tambahan yang dimaksud oleh Watari, sebuah editorial pendek yang diberi predikat “Volume 14,5” dan sebuah antologi dari penulis lainnya direncanakan akan dirilis dalam waktu dekat. Akan tetapi detail tanggalnya belum juga diungkap

Melihat wawancara pendek tersebut, saya sendiri mengira serial ini masih bisa berlanjut dengan judul berbeda atau ditambahi embel-embel “2” atau “Kai” dan semacamnya. Seperti yang dikatakan Watari, mereka (para karakter) baru menyelesaikan masa tahun kedua mereka di sekolah. Potensi material untuk jenjang berikutnya nampaknya cukup menggiurkan untuk ditulis bagi Watari dan juga para pembacanya. Saya sendiri berharap Watari dapat konsisten dalam menulis cerita berdasarkan idenya, bukan karena bias akibat dari tekanan permintaan penggemarnya.

Sumber: The Sankei News